"الله جميل يحبّ الجمال"

Allah Itu Indah, Mencintai Keindahan

Minggu, 16 Agustus 2009

FASE-FASE DAN PERKEMBANGAN REMAJA

FASE-FASE DAN PERKEMBANGAN REMAJA


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan fisik adalah perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik tersebut bukan saja menyangkut pertambahannya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh. Melainkan juga meliputi perubahan ciri-ciri yang terdapat pada kelamin utama dan kedua, baik pada remaja laki-laki maupun wanita. Perubahan fisik tersebut mengikuti ukuran-ukuran tertentu.

Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitary dan hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktivitis serta pertumbuhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja.

B. Rumusan Masalah

1. pengertian perkembangan remaja.

2. faktor-faktir yang mempengaruhi perkembangan remaja.

3. fase-fase perkembangan pemuda.

4. teori-teori perkembangan pemuda.


BAB II

PERKEMBANGAN REMAJA.

A. pengertian perkembangan remaja.

Secara etimology istilah adolescence atau remaja barasal dari kata latin adolescere (kata bendanya,adolescentia yang berarti remaja) yang berarti "tumbuh" atau menjadi dewasa. Sacara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak-anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek afektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan social orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan remaja.{Elisabeth B. Hurlock}

Ada juga sebagian kalangan yang mengatakan bahwa remaja itu sendiri merupakan masa peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Secara fisik mereka seperti orang dewasa, dan secara jasmaniyah telah jelas dalam bentuk laki-laki atau wanitanya. Organ-organnya telah berfungsi sebagaimana mestinya. Namun dari segi lain masih belum matang, segi emosi dan social masih memerlukan waktu untuk berkembang menjadi dewasa. Kecerdasannya berkembang pesat, pendapatnya ingin di dengar dan di hargai. Mereka ingin mandiri, tidak tergantung pada orang tua atau orang lain.{diktat psikology agama}.

Menurut hukum di Amerika serikat saat ini, individu di anggap telah dewasa apabila telah mencapai usia 18 tahun, bukan 21 tahun seperti sebelumnya. Perpanjangan masa remaja, setelah individu matang secara seksual dan sebelum di beri hak serta tanggung jawab orang dewasa mengakibatkan kesenjangan antara apa yang secara popular di anggap budaya remaja dan budaya dewasa. Budaya remaja menekankan kesegaran dan kelengahan terhadap tanggung jawab dewasa. Budaya ini memiliki hirarki sosialnya sendiri, gaya penampilannya sendiri, nilai-nilai dan norma perilakunya sendiri.{Elisabeth B. Hurlock, Psikology Perkembangan, Erlangga. 1980}.

Selain itu ada pula para ahli jiwa yang tidak sepakat dalam menentukan tentang berapa lama masa remaja itu. Mereka hanya sepakat dalam menentukan permulaan masa remaja. Dr. Zakiyah Derajat dalam bukunya ilmu jiwa agama mengungkapkan tentang awal mula masa remaja tersebut, yaitu di tandai dengan datangnya haid (menstruasi) pertama bagi wanita, atau mimpi pada kaum pria. Masa remaja adalah masa kegoncangan jiwa. Ciri kehidupan ramaja biasanya keras kepala, sukar di atur, mudah tersinggung, sering melawan, membuat keonaran, melanggar aturan dan moral serta nilai-nilai agama dan sebagainya. {Muntaha Umar. psikology agama, biro ilmiyah &penerbitan STAIN,2000}.

Apabila terjadi kesalahan dalam perkembangan mental ataupun proses peremajaan, akan mengakibatkan terjadinya kesesatan, yang dalam hal ini di golongkan menjadi dua golongan, yaitu:

A. Habit Disturbance, atau gangguan kebiasaan, kekeliruan kebiasaan, yang tidak merugikan orang lain, tetapi tampak sebagai sesuatu yang tidak sepantasnya di lakukan oleh pemuda. Misalnya; mengisap-isap jari, menggigit kuku, buang air di tempat tidur (ngompol), dll .

B. Conduct Disorder, atau gangguan kelakuan. Perbuatan ini di samping dapat merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain atau masyarakat. Misalnya; membolos, membohong, mencuri, menipu, merusak, berkelahi, melanggar kesusilaan, dsb.

Perbuatan-perbuatan itu sering di lakukan oleh sekelompok anak remaja sebaya, baik remaja putri atau putra. Dahulu kita kenal dengan nama "cros boys cros girls". Sekarang lebih di kenal dengan nama "Gang".{Drs. Agus Sujanto, Psikology perkembangan, Bineka Cipta,1996}.

B. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja.

>faktor ajar, faktor luar eksternal).

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan ini meliputi : perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder).

A. Penyebab Perubahan.

Penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya kedua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endokrin, kelenjar pituitary yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga erat hubungannya dengan perubahan pada masa remaja kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh dan hormon gonad in yaitu merangsang gonad agar mulai aktif bekerja. Kedua hormon ini mulai di produksi dan pada saat remaja hormon ini semakin banyak dihasilkan. Proses ini dikendalikan oleh perubahan yang terjadi dalam kelenjar endokrin. Kelenjar ini diaktifkan oleh rangsangan yang dilakukan oleh kelenjar hypothalamus yaitu kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar untuk merangsang pertumbuhan pada saat remaja dan terletak di otak.

Selama masa remaja seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian dalam tubuh baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya semua bagian tubuh perubahannnya meliputi irama yang tetap.

1. Perubahan Ukuran Tubuh

Pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar 2 tahun sebelum anak mencapai taraf pematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan ini, anak akan bertambah tinggi 10 sampai 15 cm dan tambah berat 5 – 10 kg setelah terjadi pematangan kelamin ini. Pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan lebih cepat dari pada perempuan.

2. Pertumbuhan Proporsi Tubuh

Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh. Proporsinal yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai di larut sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa.

3. Ciri kelamin yang utama

Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat ia berumur 14 tahun, yaitu saat anak laki-laki mengalami "Mimpi Basah" sedang anak perempuan, indung telurnya berfungsi pada usia 13 tahun yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi atau haid.

4. Ciri kelamin yang kedua

Ciri kelamin kedua pada anak perempuan adalah membesarnya buah dada dan mencuatnya putting susu, panggul melebar lebih besar dari pada bahu. Tumbuh rambut dibagian kelamin, tumbuh rambut dibagian ketiak dan suara bertambah nyaring. Sedang kelamin pada anak laki-laki adalah tumbuh kumis dan jenggot, otot-otot mulai nampak, bahu melebar melebihi pinggul. Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal :

1. Percepatan pertumbuhan

2. Proses kematangan seksual

B. PERCETAN PERTUMBUAN

Pada titik awal mulanya pertumbuhan biasanya tidak dapat banyak berbeda, akan tetapi kecepatan pertumbuhan setiap individu menjadi sangat berbeda sesuai dengan iramanya masing-masing.

a. Bagi remaja laki-laki permulaan kecepatan pertumbuhan berbeda, dan sekitar 10,5 tahun dan 16 tahun.

b. Bagi remaja perempuan, percepetan pertumbuhan dimulai antara 7,5 tahun dan 11,5 tahun dan 16 tahun. Dengan umur rata-rata 10,5 tahun puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 6 – 11 tahun. Yakni kurang lebih bertambah 6 – 11 Cm setahun.

C. PROSES KEMATANGAN SEKSUAL

Kematangan seksual berlangsung dalam batas-batas tertentu dan urutan dalam perkembangan ciri-ciri kelamin sekundernya. Namun kematangan seksual anak, anak remaja berjalan dengan cara individual, sehingga hanya mungkin untuk memberi ukuran rata-rata ada 3 kriteria yang membedakan anak-anak laki-laki dengan anak perempuan, yaitu dalam hal :

1) Kriteria kematangan seksual

2) Permulaan kematangan seksual dan

3) Urutan gejala-gejala kematangan

1. Kriteria kematangan seksual

Kriteria kematangan seksual tampak lebih jelas pada anak perempuan dari anak laki-laki, Menardie atau mentrusi pertama dipakai sebagai tanda permulaan pubertas. Sesudah itu masih dibutuhkan satu sampai satu setengah tahun lagi sebelum anak wanita, dapat betul-betul matang untuk bereproduksi.

Kriteria kejelasan ini tidak terdapat pada anak laki-laki, sehubungan dengan evakulasi (pelepasan air mani) pada laki-kali permulaannnya masih sangat sedikit, sehingga tidak jelas.

2. Permulaan kematangan seksual

Kematangan seksual pada anak perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya dari pada anak laki-laki.

D. URUTAN GEJALA-KEMATANGAN SEKSUAL

Pada anak wanita kematangan dimulai dengan tanda kelamin sekundernya dengan tumbuhnya buah dada (payudara ) yang nampak dan bagian puting susu yang sedikit mencuap. Hal ini terjadi pada usia 8 sampai 13 tahun. Baru pada stasium kemudian menjelang memperoleh bentuk yang dewasa.

Pada anak laki-laki kematangan seksual dimulai dengan pertumbuhan testis yang dimulai antara umur 9,5 dan 13,5 tahun dan berakhir antara 13,5 sampai 17 tahun. Pada anak laki-laki maupun perempuan pangkal tenggorokannya (vakun) mulai membesar yang menyebabkan pita suara tambah panjang. An laki-laki mengalami hal seperti itu lebih banyak.

Dengan pertambahan berat badan tampak kekuatannya juga bertambah, hal ini tampak lebih jelas pada anak laki-laki dari pada anak perempuan. pertumbuhan percepatan pada anak laki-laki terjadi suatu kecepatan pertambahan kekuatan yang mencapai puncaknya, percepatan pertumbuhannya kira-kira 15-16 tahun. Urat-urat daging tumbuh bersama-sama dengan kerangka tetapi bila kerangka mencapai puncak-puncak pertumbuhannya maka daging mengalami penguatan (pembesaran) yang terutama menyebabkan bertambahnya kekuatan.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pertumbuhan fisik remaja adalah ditandai oleh (1) perubahan ukuran tubuh (2) proporsi tubuh yang kurang proporsional dan sebagainya.

1. Pertumbuhan fisik antara lain : bertambahnya ukuran tubuh dan berat badan, terjadi perubahan suara yang sangat nyaring.

2. Pertumbuhan fisik mempengaruhi tingkah laku remaja, yang hak ini nampak pada prilaku yang canggung dalam proses penyesuaian diri remaja.


DAFTAR PUSTAKA

- Monks. F. J., dkk. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannnya. Yogyakarta : Gadjah Mada. University Press. 1984

- Suwarno, Sallito W. Psikologi Remaja. Jakarta : Rajawali Press, 1991


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon ... klo udah baca posting kami, jangan lupaaaaaaaaaaaa kasi komentar yaaa .... n saran konstruktif ....................


thanks yaa atas komentar kaliaaannnnnnnnnnnnnnn !!!!!